Life is Worth Sharing

Beberapa waktu lalu, aku mengalami sebuah peperangan. Peperangan dengan diriku sendiri. Segala sesuatunya datang bertubi-tubi, berusaha meremukkan rusuk untuk menarik paksa jantungku. Aku berusaha untuk tidak jatuh dan menyerah. Aku berusaha untuk selalu siap bangkit kapanpun keadaan berusaha atau bahkan telah menjatuhkanku. Sungguh, saat itu adalah salah satu masa terberatku. I was so desperate.

Suatu hari, ketika lagi terpuruk-terpuruknya, aku kebelet. BUANG AIR BESAR. "Suatu hari" itu berlokasi di sekolaku di jam pelajaran wali kelas (jam ke-0). Kebetulan hari itu wali kelasku tidak dapat hadir ke sekolah, karena beliau sedang menjalankan operasi mium. Langsung saja aku izin kepada ketua kelasku untuk ke WC. Di pikiranku saat itu hanya ada WC dan masalah-masalahku yang sudah menumpuk sekali, sampai aku melihat seorang teman yang sedang berjalan berlawanan arah denganku (ia hendak masuk ke kelas).

Rupanya ia terlambat.

Dan salah pakai seragam.

Dan barang bawaannya banyak sekali.

Dan sepertinya ia akan ulangan di jam pertama setelah itu.

Aku berdoa supaya ia tidak kebelet sepertiku, walaupun raut wajahnya menunjukkan sesuatu yang sangat terbalik. Dibanding cemberutannya, milikku yang sudah tak sabar menunggu toilet tak ada apa-apanya lagi. Wajahku sudah seperti cengiran lebar kalau dibandingkan dengan wajah kusut, kusam, dan keringnya.

Melihat temanku mengalami kesusahan seperti itu, aku tersenyum bahagia *Nah Loh*. Bercanda, tapi aku masih tersenyum bahagia. HAHAHA. Aku, secara refleks berkata, "Semangat!" sambil mempersembahkan cengiran lebar tertulusku yang ditambah embel-embel kedua tangan mengepal di samping wajah. Ia hanya membalasku dengan senyuman lemah. Rupanya senyumanku tidak banyak membantu juga.

Tapi seketika, sesuatu yang berbeda mengalir di antara pembuluhku. Entah itu nadi atau arteri. Aku merasa bahagia. Lepas. Damai. Aku merasa bahwa akulah yang diberi semangat pagi itu.

Aku masuk ke WC (akhirnya) dan berpikir, atau lebih tepatnya kepikiran. Ternyata, melakukan hal kecil seperti itu berdampak cukup besar bagi orang lain (dalam kasus ini bagi diri sendiri). Masalah-masalahku seketika terangkat. Rasanya ringaaaaan sekali....

Langsung saja hati ini berilham bahwa Tuhan tidak pernah tinggalkan aku sendiri. Tuhan selalu ada di saat baik maupun buruk. Dan Ia tahu cara untuk mengingatkan aku bahwa Ia terus ada.

Saat aku banyak masalah, yang kufokuskan hanya masalah itu saja. Aku tidak berfokus kepada hal-hal positif yang dapat kuterima, ataupun Tuhan sendiri. Aku tetap berdoa, hanya saja rasanya berbeda. Doaku hanya sekedar minta pertolongan-Nya, bukan menyerahkan permasalahanku kepada-Nya.

Setelah kejadian pagi itu, aku menjadi lebih rileks. Aku diingatkan kembali oleh Dia.

Sejujurnya, aku tidak berniat untuk menyemangati temanku. Tetapi dorongan hati itu tampaknya begitu kuat sehingga kuterobos saja untuk menyemangatinya. Eh, berniat baik malah balik ke tangan sendiri. Akibatnya setelah itu BUANG AIR BESARku lancar, hatiku mulai membaik, dan aku kembali ingat bahwa Tuhan itu tidak tidur dan selalu ada besertaku.

Pengalaman kalian mungkin atau pasti berbeda dengan pengalamanku. Tapi yang perlu kalian ketahui, jangan jemu untuk berbagi kepada orang lain. Berbagi di sini bukan semata-mata tentang membagikan barang atau jasa. Hanya sekedar menyemangati seperti apa yang kulakukan (walaupun bukan niatnya), itu sudah berbagi semangat. Tuhan sendiri pun gak pernah suruh kita untuk simpan segala milik kita hanya untuk kita. Ayo kita peduli sekitar kita! Percaya deh, Tuhan gak diem begitu aja. Dia lihat segala usaha dan niat kita. Dia akan kasih kembali apa yang telah kita kasih ke orang lain dengan berlipat kali ganda. Teman-teman, Life is Worth Sharing. :)

HAVE A GOOD DAY!

Komentar